http://i1083.photobucket.com/albums/j384/darbu/186066_1478005695_7345310_n.jpg
Tampilkan postingan dengan label FanFiction. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FanFiction. Tampilkan semua postingan

FANFICTION 2PM - Don't Worry, We Are Here part 6


.

Tittle : Don’t Worry, We Are Here.

Cast : Member 2pm , Han Rae Sun, IU, Kim Yerim, Myung Soo (L). *other

Genre : Romance, Family



[Nichkhun Pov.]

HYAA! Apa yang mereka berdua lakukan? Apa Rae Sun menyukai Junsu? Mengapa ia membiarkannya tidur di pundaknya? Bahkan Rae Sun menyanyikan sebuah lagu untuk Junsu. Bisa-bisanya! Aku jadi curiga.

“hyung, tidakkah kau dengar itu? Rae Sun menyanyikan lagu untuk Junsu! Bukankah itu sangat cocok..”

“Hyaa! Mereka sangat romantic dan cocok bahkan jika dibandingkan dengan Junsu dan InJung!”

“Wae hyung? Aku tidak bermaksud berkata hal seperti itu, ato jangan-jangan, kau cemburu yaaa?”

“WAE? ANIYO! Mengapa aku harus cemburu dengan yeoja yang memanggilku ‘MESUM’!”

“MWO? Rae Sun pernah menyebutmu mesum? Hahahaha!”

“sudah diam! *sambil menyodorkan pisang kemulut Chanana*”

Aigoo, Chanana ini benar-benar. Mengapa dia berkata seperti itu? Aku juga, kenapa aku keceplosan berkata itu! Aishh~ paboyaa.. paboo!

“jika kau merasa cemburu, katakanlah kalau kau cemburu, jika kau suka, katakanlah kau menyukainya.” Kata Taecyon yang tiba2 mengagetkanku.

“Ani~ aku tidak cemburu!”

“lalu mengapa kau membentak chansung? Bukankah itu hanya sebagai kedok untuk menutupi perasaanmu? Chansung tadi hanya ingin mengatakan bahwa nampaknya Rae Sun cocok menggantikan Ye Rim di SHOWCASE kita nanti“

“Ahh, apa menurutmu begitu? Aku terserah padamu sajalah..”

“aku akan coba menawarkan hall ini pada Rae Sun.”

[Han Rae Sun pov.]

Waah, kasian sekali Junsu. Dia begitu menyayangi InJung-ah hingga seperti ini. Mungkin tidak apa bila kubiarkan dia tidur dipundakku sebentar. Sekilas aku jadi merindukan Min Ki Oppa. Tak terasa sudah 2 tahun dia meninggalkanku. Ahh~ Lee Min Ki Oppa, jeongmal boggoshippo…

--Flashback START—

“oppaa! Boggoshippo! *memeluk MinKi oppa*”

“Nado boggoshippo Rae Sun”

“aku lega kau pulang dari wajib militermu dengan selamat. Ayo oppa! Kita jalan-jalan nde?”

“Rae Sun-ah, tidak bisakah besok saja? Aku sangat lelah..”

“ayolaah oppa~ aku ingin menunjukkan banyak hal padamu! Nde?”

“hmm…. Nde, baiklah.. tapi hanya sampai jam 5 saja yaa Rae Sun?”

“NDE! Siap jendral!”

Akhirnya oppa yang paling kucintai pulang dari wamilnya. Aku benar-benar merindukannya. Sesuai dengan perjajnjianku, aku akan mengutarakan perasaanku ini pada Min Ki Oppa saat makan siang setelah ini. Kami banyak berbincang di jaln, aku menceritakan tentang sekolahku, dan Min Ki bercerita tentang wamilnya. Sesampainya kami di caffee..

“Oppa, kau tau? Aku sekarang sedang jatuh cinta lohh~”

“Nde? kau menyukai seorang namja atau yeoja Rae Sun? :p”

“hyaa! Memangnya aku lesbi? =,=” Aku juga normal Oppa! Kau mau tau siapa dia?”

“kuharap dia bukan namja brengsek lagi seperti Jung Nam Gil.”

“tentu saja tidak, kau mau tau siapa dia? Dia sedang duduk didepanku!”

“MWO? *celingak-celinguk* ahh, pelayan dengan jam tangan hitam itu yaa?”

“ahh ANI! Tentu saja.. tentu saja…. Itu kau Oppa.. saranghaeyo, Min Ki Oppa…”

“Huffh.. kau ini, bagaimana bisa kau jatuh cinta dengan oppamu sendiri?”

“aku tak bisa menyangkal perasaan ini Oppa, kau begitu baik, lucu, dan sangat memperhatikanku, maka dari itu aku..”

“sudah kukatakan berapa kali Rae Sun? namja yang baik padamu tidak selalu menyukaimu..”

“hmm.. gwaenchana.. kau tidak menyukaiku juga tidak apa… :’)”

“mianhae Rae Sun, jeongmal mianhae. Yang kusukai selama ini sebenarnya adalah… Eonnimu, Han Mi Sun..”

“MWO?? HYAAA~ KAU BAHKAN TIDAK DEKAT DENGANNYA! BAGAIMANA BISA KAU MENYUKAINYA?”

“kami memang hanya dekat via sms dan telefon, selama wamil aku rajin menelponnya, sehingga aku jadi menyukainya… mianhae Rae Sun..”

“*menggebrak meja* SAAT KAU WAMIL KAU TIDAK PERNAH SEKALIPUN MENELPONKU, KAU BAHKAN TIDAK MENGANGKAT TELPONKU, MENGAPA SELALU MI SUN? KENAPA SELALU MI SUN YANG DIBANGGAKAN? APA AKU BEGITU MENJIJIKAN UNTUK DIBANGGAKAN?”

“yaa Rae Sun! tunggu, ini tidak seperti itu, kau juga mempunyai kelebihan, kau pintar bernyanyi, menulis, dan…”

“lupakan semuanya Oppa!”

Aku berlari menuju jalan, aku mencari taxi yang bisa membawaku jauh dari sini. Min Ki oppa terus-terusan memanggilku, namun aku tidak mempedulikannya hingga.. *CIIITTT BRUUKK* suara apa itu? Aku menoleh kebelakang dan, MinKi oppa tertabrak! Aku segera berlari melihatnya.

“Oppa, maafkan aku, aku hanya butuh waktu.. tolong jangan tinggalkan aku Oppa..”

“Maafkan aku Rae Sun, aku tidak bermaksud menyakitimu…”

“hajima oppa! Hajjima!”

“Rae Sun, *memegang pipiku* mianhae…” lalu matanya tertutup. Nadinya berhenti. Aku menangis sejadi-jadinya. Ada MinKi oppa disampingku saja hidupku begitu berat, bagaimana bila…. Dia tak ada di sisiku..? aku memang wanita yang pabo.. yang tak bisa mengerti perasaan orang lain.

---Flashback END---

[Taecyon pov.]

Wae? Mengapa Rae Sun menangis? Apa yang ia pikirkan? Bukankah tadi dia sangat bahagia saat bernyanyi bersama Junsu?

“Rae Sun, kau….”

“Ahh ani.. mataku kelilipan..” ia berbohong.

“apa tidak apa Junsu tidur dipundakmu seperti itu? Bila kau mulai tidak nyaman, akan kusuruh Chansung mengangkatnya.”

“Nde, tolong panggilkan Chansung saja taec, pundakku mulai lelah..”

“Yaaa Chanana! Angkat Junsu! Rae Sun mulai lelah!”

“Nde Hyung!”

“Rae Sun, boleh aku minta tolong kepadamu?”

“minta tolong apa?”

“kau tau kan Ye Rim tidak bisa bernyanyi karna kecelakaan yang dialaminya, bisakah kau menggantikannya? Bernyanyi duet bersama Khun?”

“ANI! Aku tidak mau bernyanyi lagi.”

“Wae? Suaramu cukup merdu bagiku, Junho dan Chansung.”

“aku tidak akan pernah bernyanyi lagi. Jangan buat aku membuka kembali kenangan lamaku Taec.. mian..” cercah Rae Sun lalu pergi. Mwo? Dia punya kenangan buruk dengan bernyanyi?

---Malam Harinya---

“oppa, kau harus membantuku masak untuk makan malam kita kali ini!

“HYAAA IU! Kau tau sendiri aku tidak membedakan antara Merica dengan Garam, bagaimana bisa kau menyuruhku belanja?”

“tentu saja aku tau, maka dari itu aku sudah menuliskan daftar belanjaannya dan meminta Rae Sun menemanimu. Gwaenchana kan Rae Sun?”

“Nde..”

“baiklah, ayo kajja kita berangkat…” ajakku pada Rae Sun.

“YAAA! Kau tidak baik dalam menyetir Taec, biarkan aku saja yang berbelanja!” pinta nichkhun.

“ani ani ani! Kau dan Chanana harus membantuku memindahkan koper-koper kedalam. Palli angkat semua koper itu!” teriak IU. Dia sudah seperti Eomma saja. Saat sedang mengatur sesuatu, dia terlihat sama menyeramkannya seperti JYP Sunbaenim! =,=”

Setelah 30 menit berbelanja, kita sudah mengecheck semua belanjaan. Semua sudah dibeli. Aku akhirnya menyalakan mesin mobilku. Namun Rae Sun yang tadi izin ke kamar mandi sebentar tidak kembali juga. Apa kamar mandi sedang mengantri? Aku tiba-tiba memiliki feeling yang buruk. Aku lalu mematikan mobilku dan menyusulnya, lalu…

“ANI! AKU TIDAK AKAN PULANG! KATAKAN HALL ITU PADA NENEK SIHIR ITU!”

“Tapi Appa anda sangat merindukanmu Noona, kau harus pulang. Sudah 2 tahun kau tidak pulang Noona.”

“ANI! APA MEREKA MENYURUHKU PULANG AGAR ADA YANG BISA DIBANDINGKAN DENGAN MI SUN LAGI? AGAR AKU BISA TERLIHAT BODOH LAGI KAN? AKU TIDAK AKAN PULANG ATTORNEY HAN!”

“tidak seperti itu Noona, kau harus pulang. Besok adalah waktunya pembagian warisan, anda harus datang, jadi….”

“AKU TIDAK PEDULI! BERIKAN SAJA SEMUA PADA MI SUN KEBANGGAAN MEREKA!”

“kau bahkan tidak memberikan kabar sedikitpun selama 2 tahun belakangan ini. Kami bahkan tidak kau beritahu dimana kau bersekolah dank au tinggal sekarang. Sampai kapan kau akan seperti ini?”

“sampai aku sudah mencapai apa yang ku inginkan. Sampai aku bisa membuktikan bahwa aku lebih baik dibanding Mi Sun yeoja yang sok suci itu. PERGILAH!

“aku sudah tidak bisa sabar lagi Noona, pengawal! Bawa Rae Sun Noona pulang dengan paksa!”

“NDEE..”

Aku langsung maju dan menghajar semua pria ber jass hitam ini. Siapa mereka dan mengapa mereka memaksa Rae Sun pulang? Aku lalu menarik Rae Sun dan membawanya ke dalam mobil. Aku mengebut, namun mereka tetap mengejar dari belakang. Maka aku kelok-kelokan jalanku, melalui banyak gang kecil, dan akhirnya.. fyuuh~ mereka tidak ada dibelakang lagi. Aku berhenti di suatu taman. Rae Sun menangis . lagi-lagi menangis.

“jika kau ingin pulang, kau harus menjelaskan semuanya padaku.”

“go..go..gomawo Taec..”

“AKU MEMINTAMU UNTUK MENJELASKAN SEMUANYA! BUKAN BERTERIMAKASIH!” bentakku. Rae Sun hanya diam. Dia malah menangis semakin keras. Aku benci. Aku benci wanita yang menangis.

“kau tau aku tidak akan segan-segan meninggalkanmu sendiri disini. Jadi palli jelaskan apa yang terjadi.”

“mereka..mereka..mereka adalah pengawal suruhan keluargaku. Aku benci mereka.”

“apa maksud mereka kau harus pulang? Kau belum pulang selama 2 tahun? Bahkan keluargamu tak tau dimana kau bersekolah dan dimana kau tinggal? Apa kau kabur dari rumahmu?”

“Nde.. aku, aku sangat membenci keluargaku. Aku tidak ingin melihat mereka lagi.”

“setidaknya, kau bisa ceritakan hanya padaku, supaya kau merasa lebih lega, nde? Aku berjanji, aku tidak akan mengatakannya pada siapapun.”

---Flashback START---

[Han Rae Sun pov.]

Jantungku sangat berdebar-debar. Aku mendapat peringkat keberapa tahun ini? Apakah Eomma dan Appa akan memarahiku lagi? Aishh~ mengapa lama sekali? Aku sangat khawatir dengan nilai-nilaiku. Aku sudah berusaha dengan semaksimal mungkin, namun aku tetap saja takut. Tak lama kemudian aku mendengar suara pintu dibuka. Ahh itu Appa dan Eomma !

“RAE SUN-A!” teriak Appaku.

“Nde..nde appa?”

“*mebanting rapotku* lagi-lagi peringkat 2. Tidak bisakah kau menjadi yang pertama?”

“mianhae Appa..”

“sabar Chagy, dia kan sudah berusaha sebaik mungkin..” kata wanita iblis alias ibu tiriku ini.

“ini karena kau terlalu sering bermain dengan Min Ki. Sudah kukatakan dia tidak baik untukmu! Lihat Eonni mu, nilainya sempurna, dan dia selalu mendapat peringkat satu di setiap semesternya. Tidak bisakah kau menjadi kebanggaan seperti Eonnimu? Yang kau pikirkan hanya Min Ki MinKi dan Min Ki. untungnya, namja itu sudah mati. Jadi dia tidak akan menganggu Eonnimu dan dirimu. Perbaikilah nilaimu dan jadilah kebanggaan seperti Eonnimu!”

“*mebanting meja* HYAAAA! AKU MEMANG PABBO, AKU TIDAK AKAN PERNAH MENJADI SEPINTAR EONNI. AKU MEMANG IDIOT KAU BOLEH MEMASUKANKU KE TEMPAT YAYASAN ORANG CACAT. TAPI KAU TAK BISA MENGHINA DAN BERSENANG-SENANG DISAAT MIN KI MENINGGAL? APPA KETERLALUAN!” *PLLAAAAAKKK* Appa menamparku. “APAKAH APPAMU INI PERNAH MENGAJARKANMU UNTUK MELAWAN ORANG TUA HAAHHHH? APAKAH KAU BENAR-BENAR RAE SUN ANAKKU?”

“hehe, bahkan aku terlalu hina untuk jadi hewan peliharaanmu kan? Jika Eomma masih hidup, ia tidak akan melakukan hal sekejam ini. Mulai sekarang anggap saja aku bukan anakmu, aku adalah anak yang kau pungut dari pembuangan. Aku memang tidak sepintar eonni. Tapi setidaknya, aku telah berusaha sebisaku dengan jujur dan semaksimal mungkin.”

Aku berlari ke kamar. Aku menangis sejadi-jadinya. Aku benci Appa. Aku benci Eonni. Aku benci ahjumma nenek sihir itu. Aku membenci semuanya. Malam itu, aku membereskan semua bajuku, dan aku pergi dari rumah secara diam-diam. Aku membawa semua uang tabunganku dan pergi malam itu juga.

---Flashback END---

---ke esokan harinya---

[Nichkhun pov.]

Hyaaa! Hingga pukul 7 pagi mereka belum pulang juga? Kemana mereka? Apa mereka sedang berduaan? Berkencan? Kami bahkan tidak jadi makan enak hany makan ramyun buatan Junsu yang rasanya sangat aneh. Tidak memberi kabar, kemana mereka pergi. Lalu tiba-tiba telvon Wooyoung bordering.

“Yeobbosseo? Ahh Taec? Kemana saja kau? Kau bahkan tidak pulang……. Ahhh~ nde..nde… aku mengerti. Akan kukatakn pada semuanya. Nde..”

“WAE? Apa yang terjadi dengan Taec dan Rae Sun?”

“Rae Sun tiba-tiba demam, maka dari itu, mereka kembali ke kota.”

“MWOO? RAE SUN SAKIT?”

[Han Rae Sun pov.]

Ommo~ aku sangat gugup. Taec menginap di rumahku semalaman. IU pasti bingung karena bahan makanannya tidak sampai di penginapan. Gara-gara pengawal yang dikirimkan Appaku, kami jadi tidak bisa kembali karena mereka mengejar kami hingga mendekati rumah. Jadi sekalian saja aku pulang. Taec juga terlalu lelah untuk menyetir. Gara-gara aku dia jadi mendapat luka lebam pada pipi dan bibirnya. Aku merawatnya semalaman dirumahku. Ommo~ dia begitu tampan bahkan ketika ia tidur. ~.~

“Rae Sun-a, kau sudah bangun?”

“ahh, nde Taec..” jawabku malu-malu kucing.

“sebaiknya aku segera pulang, pasti IUsangat mengkhawatirkanku.”

“apa lukamu sudah baik-baik saja Taec?”

“nde, gwaenchana.. aku sudah mengemasi semua barang-barangku dari saat kau masih tidur. Aku kembali dulu yaa..”

“emm oppa! Bisakah kau tidak menunjukkan rumahku pada siapapun?”

“Nde. Tentu saja.. ” Ommonaa, aku rasanya ingin pingsan, kakiku seperti kehilangan kekuatannya melihat senyum kecil dari Taec. Bagaimana bisa ada namja setampan dirinyaa? Belum lama Taec berpamitan, ia mendapat telpon dari seseorang.

“Yeobbosseo? Ahh nde.. ani.. Rae Sun sudah baik-baik saja…. Aku dirumah Rae Sun sekarang…. Kenapa kau begitu khawatir? Tentu saja aku menginap dirumah Rae Sun….. HYAAA! Pelankan suaramu! NDEE! Aku tidur dengannya, saat pagi menjelang, wajahnyalah yang kulihat pertama, benarkan Rae Sun?*sambil merangkul sambil wink keRae Sun*” aku hanya mengangguk pelan. Ommonaaa~ Taec merangkulku?? Wink itu, senyum itu.. jantung rasanya mau lepas dan berlari keluar!

---TO BE CONTINUED---

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkan komentar yaaa :)
Baca Selengkapnya...

FANFICTION 2PM - Don't Worry, We Are Here part 5


.

Tittle : Don’t Worry, We Are Here.

Cast : Member 2pm , Han Rae Sun, IU, Kim Yerim, Myung Soo (L). *other

Genre : Romance, Family

Author : Dea Andini Putri

---BEFORE---

“Hyaaa Rae Sun? ada apa kau berteriak?”

“HYAAA! Kau? Kau yang mengganti bajuku? Kau yang membawaku disini? Dasar MESUM!! *lempar bantal guling kepada namja itu* ”

“aigoo aigoo aigoo! Tenanglah dulu Rae Sun! aku akan menjelaskannya!”

“sudah menculikku, mengganti pakaianku, bahkan setelah kau menciumku! Dasar kau MESUM!” “MWO? Kapan aku menciummu?”

*DEEGG* padahal Taecyon menyuruhku agar tak mengatakannya padanya. Aku keceplosan! Eottokhe??

“OMMO~ AIGOO~ mengapa kamar ini berantakan sekali?” kata seorang ahjumma. Sepertinya dia Eomma dari namja ini.

“ahh, joesonghamnida Ahjumma, *sambil bow sedalam-dalamnya*”

*di ruang makan*

“ahahaha~ tidak apa, kalau aku jadi dirimu, aku akan melakukan hal yang sama denganmu. Khun! Seharusnya kau membangunkannya, jadi dia tidak kaget!”

“kalau aku membangunkannya, dia akan kabur dan pulang kerumah dengan berjalan kaki Eomma..”

“aigoo! Aku lupa kalau aku ada jadwal private dengan Jung Ha! Aigoo~”

“Jung Ha? Dongsaengnya junsu?”

“iyaa Khun, bisa kau antar aku kerumah Junsu?”

“kau mengajarkan private pada anak-anak?” Tanya Eommanya Khun.

“Nde Ahjumma..”

“yasudah, palli kau pergi kesana! Aku titip bawakan mainan ini pada JungHa yaa? Aku berjanji membelikan mainan pororo padanya, nde?”

“nde Ahjumma.. permisi..”

---Di rumah Junsu---

[Taecyon pov.]

Untung saja aku membawa stiker pororo, kalau tidak, mungkin Jung Ha tidak akan berhenti menangis semalam. Semua ini gara-gara Rae Sun! aku lapar sekali,lebihbaik aku mencari sesuatu di dapur Junsu. Semoga ada ramyun.. kumohooon!!

*TEET TEET TEET*

Siapa itu? Ahh, Wooyoung kan bilang kalau dia akan membawakan sarapan untuk kami karena kemarin dia tidak jadi latihan. Dia sibuk dengan IU. Aku mulai curiga dengan mereka berdua.

“ahh Wooyoung-a, aku sangat lapar kau……”

“KYYAAAAAAAKKKKK!!! OMMO~ OMMO~ OMMOO~”

“hyaaa! Rae Sun.a? Gidaryo!”

aku langsung menutup pintu dan mencari bajuku. Aishh, mengapa ia berteriak! Apa dia tidak pernah liat pria yang telanjang dada?

“aigoo~ ada apa ribut-ribut Taecyon?”

“cepat! Cepat pakai bajumu! Ini!”

“memang kenapa? Panas sekali hari ini, aku tak mau! Tapi, mana JungHa?”

“Rae Sun Noona! Boggoshippo…! X3” teriak JungHa.

“MWO? Aku harus segera mengenakan baju!” kata Junsu kelabakan.

“mianhae Rae Sun, aku kira kau Wooyoung, jadi aku..”

“ahh gwaenchana.. ini aku bawakan kimchi dan kimbap untuk sarapan! Ini buatanku dan Eommanya Khun loohh!”

“Waahhh Jincha? Hwaaa~ gomawo Rae Sun..”

"dan ini untuk JungHa, titipan dari Eommanya Khun. kau menyukainya JungHa?"

"WAAAAAWWWW~ PORORO ROBOTIC!!" seru JungHa girang.

Rae Sun akhirnya membacakan buku cerita JungHa. JungHa tampak senang sekali. Dia terlihat anggun saat bersama JungHa. Aishh~ yippo juga yeoja ini. Tak sadar aku sedang melihat terus ke arahnya. Begitupula, Khun? Dia juga memandanginya terus.

“sepertinya ada yang sedang jatuh cinta..?”

“ahh, a..a..ani Taec!”

“tapi matamu selalu menatap Rae Sun, aku tahu itu..!”

“Ahh tidak taec… kau ini.. ehh Taec! Mengapa kau tak mengingatkanku agar tidak mencium Rae Sun?”

“aku sudah menarikmu, tapi kau malah mendorongku. Bagaimana kau tahu??”

“kemarin aku ingin meminta maaf padanya karna kukira aku menyiram air padanya, tapi aku malah melihatnya tertidur. Aku tak tega membangunkannya, makanya aku membawanya dia pulang kerumah. Begitu dia bangun tadi pagi, dia berteriak seperti orang gila, melempariku dengan bantal guling, dan memanggilku mesum kau tau!”

“MWOO? Hahaha! Dia memang yeoja yang berbeda kan? Ehh, ngomong-ngomong,rencanaya kita kan mau pergi picnic bersama 2PM. Junsu minta agar dia boleh mebawa JungHa. Boleh kan?”

“Tentu saja.”

Tak lama kemudian Chananan, Junho, dan Wooyoung datang. Wooyoung membawa serta IU.

“Woooww~ Rae Sun kau ikut dengan kami? Waahh aku sangat senang!” kata Chansung

“ahh, tidak.. Khun akan mengantarkanku ke halte setelah JungHa opuas bermain denganku..”

“hyaaa Khun! Mengapa kau jahat sekali! Apa tidak bisa Rae Sun ikut piknik kita?”

“Noona harus ikut! Aku tidak mau ditinggalkan olehmu noona.. T___T”

“aku juga tidak mau noona.. T___T” kata Chanana dan Junho yang mengikuti gaya JungHa.

“tetapi, aku tidak bawa baju ganti…”

“aku akan mengantarmu dengan sepeda motorku biar cepat. Arraseo? Ayyooo Kajja!” kataku menarik Rae Sun.

Saat sudah diluar, wajah Rae Sun terlihat pucat, dia seperti ketakutan.

“bisakah kau antar ke Halte saja?” “aniyoo~ JungHa akan menangis semalam lagi kalau kau meninggalkannya lagi. Kenapa? Kau malu dengan rumahmu?”

“emm… baiklah”

5 menit kemudian,

Wah, ternyata dia tinggal disebuah rumah atap, sangat kecil, dan tidak jauh dari rumah Junsu. Namun rumahnya cukup menyenangkan untuk ditinggali.

“ayo masuk, maaf rumahku sangat kecil.”

“Nde.. Arraseo..”

Rumahnya sangaaaat rapi. Namun di setiap sudut meja dipenuhi dengan buku pelajaran. Apa dia sangat suka membaca? Ahh, ada buku merah.l jika Khun melihat ini, pasti dia akan bertanya dimana ia membelinya. Seperti buku diari. Aku memegangnya, lalu jatuh sebuah foto. Foto keluarga, yang semua wajahnya dicoret kecuali wajah seorang ahjussi dan Rae Sun sendiri. Ahjussi ini, sepertinya, aku pernah melihatnya.

“ANDWAE! MENGAPA KAU MENYENTUHNYA!”

“ahh, aigoo~ mianhae.. aku tidak sadar, buku ini bagus dan Khun…..”

“aku tidak suka privasiku diketahui orang lain, mianhae..” katanya lantas mengambil buku dan foto itu.

---Siang Harinya---

[Nichkhun Pov.]

HYAAAAAKK! Sudah lama sekali aku tidak melihat pemandangan ini. Langit yang begitu biru, matahari yang menghangatkan suasana hari ini, hampran rumput yang sangat luas. Sudah lama sekali aku tidak kesini. Tapi, melihat Wooyoung dengan IU, hyaahh! Mereka membuatku iri saja.

“Hyuung! Aku menemukan tempat yang sempurna! Sini kajja!” kata Junho.

“ waahh, tempat yang sempurna dibawah pohon..! kau memang hebat Junho!”

“ayo IU! Kita segera menggelar karpet dan menata makanan. Mereka semua sudah kelaparan!”

“ayoo! Chagy, kau bawa teman-temanmu bermain yang jauh agar tidak mengganggu kami arraseo?^^”

“baiklah chagy.. *mencubit pipi IU* HYUUNG! Ayoo sepak bola disana!” kata Wooyoung

“waahh, chukkaeyo IU! Akhirnya impianmu menjadi kenyataan!”

“nde.. ia menyatakan perasaannya saat kami kerja kelompok dirumah Junsu. Namun malang nasib Junsu, gara-gara aku, dia jadi bertengkar dengan In Jung, dengar-dengar sih mereka masih belum baikan.”

“kasihan yaa..”

[Junsu Pov.]

Aigoo~ In Jung masih belum mau berbaikan denganku. Aku semakin bingung harus bagaimana. Wooyoung sekarang sudah bersama IU, imbasnya malah kena padaku.

“Hyung, ayoo bermain lagi..” pinta JungHa

“ani, aku malas.” JungHa lalu brlari dengan cemberut. Mian JungHa..

“apakau masih belum berbaikan dengan In Jung?”

“Nde, itu semua gara-gara kau wooyoung!”

“mian Junsu, lagi pula aku dan IU juga sudah berusaha menjelaskan pada In Jung, tapi dia tetap tidak mau dengar.”

“dasar wanita keras kepala!”

“mengapa tidak kau minta maaf saat SHOWCASE saja?”

Aku sudah enggan untuk menjawab pertanyaan wooyoung. Aku benar-benar lelah. Aku merindukan In Jung.. in Jung-ya, boggshippo….

“makanan sudah siap! Ayoo kemarii!” teriak Rae Sun. namun, aku enggan rasanya untuk makan. Aku hanya bermain dengan gitar tuaku ini. Semua memanggilku, tetapi aku tetap tidak mau. Aku masih terus memikirkan InJung. Apa dia sekarang sudah bersama namja lain? Apa dia sehat? Sudah makan? Apa dia tidak melewatkan acara favoritnya runningman? Semua itu mulai berputar di pikiranku.

“Junsu-ya! Kau tidak ikut makan?” Tanya Rae Sun.

“ani~ aku sedang tidak berselera.”

“kau sudah banyak bergerak hari ini, kau harus makan! Ahh, apa karna kau memikirkan In Jung?”

Aku hanya diam. Aku lelah untuk bercerita. Namun Rae Sun tiba-tiba mengambil gitarku. Ia bernyanyi lagu dari Panic – Waiting yang pernah dinyanyikan di drama TV kesukaan InJung, Dreamhigh.

neol gidarida honja saenggakhaesseo

tteonagan neon jigeum neomu apa

dasi naegero doraol gil wie ulgo itdago

neol baraboda mundeuk saenggakhaesseo

eoneunal haneuri balgajimyeon

machi tteonatdeon nalcheoreom gamanhi neoneun naege ogetji

nae ape inneun neo

nega dasi nareul bol sun eobseulkka

neoui du nun soge naneun eopgo

iksukhaejin sonjitgwa anggeumgateun misoman

huimihage namaseo nareul ulge hajiman

neoneun dasi naege doraolgeoya

neoui mami dasi nal bureumyeon

jujeomalgo dorawa ne nunapui nae aneuro

yejeoncheoreom neol anajulteni


bagaimana..bagaimana bisa dia tau lagu kesukaan InJung? Kenapa tak terfikirkan dibenakku untuk menyanyikan lagu ini untuk InJung? Ahh, dia yeoja yang benar-benar hebat! Suaranya juga merdu, ahh.. rasanya, aku seperti…………………..

---TO BE CONTINUED---

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkan komentar yaaa :)
Baca Selengkapnya...

FANFICTION 2PM - Don't Worry, We Are Here part 4


.

Tittle : Don’t Worry, We Are Here.

Cast : Member 2pm , Han Rae Sun, IU, Kim Yerim, Myung Soo (L). *other

Genre : Romance, Family

Author : Dea Andini Putri



---BEFORE--- “Ohh, Rae Sun-a, kau cantik sekali.. kau juga imut sekali..” kata Khun tiba-tiba

“Rae Sun, hati-hati!”

“aku memang cantik dari dulu, kau baru tahu?”

Khun lalu mlepas tubuhnya dari pegangan Taecyon dan aku. Lalu dia memojokkanku di tembok.

“pipimu chubby sekali, apa kau menyimpan bakapo didalamnya? Ommoo.. Aegyoo~” katanya dengan sesenggukan.

“Taec oppa, aku takut…!”

“Khun Sudahlah janga…”

“Diam Taec, ada yeoja cantik disini.. ehehe~ lihat bibirmu begitu seksi.. *wink*”

“Ommo~ Ommo~ Khun-aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”

---NEXT---

Chu~

NICHKHUN MENCIUMKU! DI DEPAN TAECYON! AAANNNDDDWWAAAAAAEEEEEE....... setelah menciumku, Khun malah jatuh pingsan sambil tersenyum. Aku..aku..aku benar-benar kesal dengan namja ini! Berani-beraninya!

“HYAAA KAU!..”

“sudahlah Rae Sun, dia sedang mabuk, jadi dia tidak sadar akan apa yang dilakukannya…”

“tapi aku sangat malu Taec, dia melakukannya di depanmu! Itu sangat…”

“Gwaenchana, sebelumnya aku juga pernah melihatnya mencium orang lain di depan mataku.”

“MWO? Dia ini playboy ya!” bentakku sambil mengelap-ngelap bibirku.

“haha! Aniyo… yang dia cium itu Wooyoung, Chansung juga pernah. Makanya, sudah kukatakan untuk berhati-hati. Lebih baik, jangan mengatakannya pada Khun. Biar dia jadi penasaran sendiri nde?”

“baiklah.. nde…” jawabku dengan perasaan yang mengganjal hatiku.

---Ke esokan harinya---

[Nichkhun Pov.]

Kepalaku sangat pusing, aku bahkan tak sempat mengerjakan PR fisika karena kemarin kami semua minum di caffee. Taecyon bilang, kita diantar pulang oleh Rae Sun yang bekerja disana. Aku harus berterimakasih padanya. Tapi, Ahh! buku-ku kan terbawa Rae Sun. padhal ada PR fisika. JYP Sunbaenim bisa-bisa marah besar bila aku tidak mengerjakannya. Bagaimana ini? Rae Sun belum datang juga… lebih baik aku mencarinya. Aku bergegas keluar kelas dan.. *BRUUK*

“Ahh, mianhae.. ehh ini bukuku? Rae Sun?”

“Mian.. *bow langsung lari ke kelas*”

“ada apa dengannya? Tidak biasanya..”

“kau tidak ingat apa yang kau lakukan padanya semalam?” kata Taecyon yang tadi dibelakang Rae Sun

“memang aku melakukan apa?”

“sudah kukatakan kau tidak boleh minum, kau lupa akan kebiasaanmu sendiri?” kata Taecyonn yang langsung masuk kelas.

Hah? Apa yang kulakukan? Kebiasaan burukku saat mabuk kan berbeda-beda. Saat minum dulu, aku pernah merobek baju chanana, menyiram air pada pelayan, mencium wooyoung.. ohh chankaman! Apa aku menyiram air minumku padanya? Aigoo~ aku harus meminta maaf padanya saat pulang sekolah nanti, dia pasti sedang menjaga perpus.

---Sepulang Sekolah---

Aigoo~ aku lupa harus bertemu dengannya! Aku terlalu serius berlatih hingga lupa! Semoga saja dia belum pulang, dan biar aku antar dia pulang saja sebagai tanda permintaan maaf. Aku segera berlari menuju perpustakaan. Untunglah lampu perpustakaan masih menyala, padahalkan ini sudah jam 6, seharusnya dia sudah pulang. Ehh, dia tidur? Kasihan sekali dia. Pasti dia sangat kelelahan. Aku lalu memutuskan menggendongnya dan membawanya ke mobilku sampai dia sadar.

“kasihan sekali yeoja sepertimu harus bekerja keras, apa orang tuamu tidak memberimu uang saku?”

“Eomma jahat, Appa jahat, aku benci kalian..” katanya. Sepertinya mengigau. Tapi, mengapa ia membenci Appa dan Eommanya? Keningnya terus berkerut dan seperti akan menangis.

“lihatlah Eomma, aku buktikan aku lebih hebat dari pada Eonni..” mwo? Apa-apan dia ini? Apa dia ada masalah dengan keluarganya?

---Ditempat lain---

[Jun.k Pov.]

“Hyung hyung, mengapa Rae Sun noona belum datang? Aku ingin dia membacakan buku cerita yang baru saja kau belikan hyung…”

“apa kau tidak bisa membacanya sendiri? Dari tadi hyung juga mencoba menelponnya tapi tidak diangkat”

“hanya saja, aku menyukai suaranya, suaranya lembut! Dan dia suka membelaiku dengan lembut. Aku suka itu..”

“bagaimana kalau taecyon hyung yang membacakannya untukmu?”

“ANI~ aku hanya mau.. Noona… hwaaaaa! Noona, boggoshippo… :’((“

YAAAHH! Kemana saja Rae Sun ini? Ditelpon dari tadi tidak bisa. Aku jadi tidak bisa berlatih dengan tenang di rumah bersama taecyon karena Jung Ha yang terus-terusan menangis. Seandainya ada Nichkun disini, Jung Ha mungkin bisa tenang, tapi Nichkhun juga tidak bisa di hubungi.

“hyaaah! Khun dan Rae Sun sama-sama tidak bisa dihubungi, mengapa mereka itu? Kepalaku rasanyamau pecah Taec!” “bersabarlah Junsu, mungkin Rae Sun lagi dijalan, dan Khun sedang berlatih. Kan dia jadi mengambil part menyanyi Ye Rim?”

“aishh~ aku akan membuatkannya susu dulu,bisakah kau menyanyikan lagu untuknya?”

“oke Junsu, aku akan berusaha sebisaku!”

---Ke esokan harinya---

[Han Rae Sun pov.]

Aigoo~ kepalaku pusing sekali, sudahlama aku tidak tidur lebih dari 5 jam. Kenapa kasurku tiba-tiba se empuk ini? Hmm.. nyamannya… untung hari ini hari minggu, jadi bisa bangun siang! Selimutku kenapa tebal sekali, warnanya merah, indaahnya….. MWO? MERAH? Aku terbangun, melihat keadaan, dimana aku? Ruangan ini mewah sekali. MWO? Bajuku sudah ganti? Siapa yang menggantinya? Apa aku diculik? KYYAAAAAAAAAKKKKK!! Aku berteriak sekeras mungkin agar ada yang menolongku! Siapa yang menculikku??

“Hyaaa Rae Sun? ada apa kau berteriak?”

“HYAAA! Kau? Kau yang mengganti bajuku? Kau yang membawaku disini? Dasar MESUM!! *lempar bantal guling kepada namja itu* ”

“aigoo aigoo aigoo! Tenanglah dulu Rae Sun! aku akan menjelaskannya!”

“sudah menculikku, mengganti pakaianku, bahkan setelah kau menciumku! Dasar kau MESUM!” “MWO? Kapan aku menciummu?”

*DEEGG* padahal Taecyon menyuruhku agar tak mengatakannya padanya. Aku keceplosan! Eottokhe??

“OMMO~ AIGOO~ mengapa kamar ini berantakan sekali?” kata seorang ahjumma. Sepertinya dia Eomma dari namja ini.

“ahh, joesonghamnida Ahjumma, *sambil bow sedalam-dalamnya*”

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkan komentar yaaa :)
Baca Selengkapnya...

FANFICTION 2PM - Don't Worry, We Are Here part 3


.

Tittle : Don’t Worry, We Are Here.

Cast : Member 2pm , Han Rae Sun, IU, Kim Yerim, Myung Soo (L). *other

Genre : Romance, Family

Author : Dea Andini Putri



---BEFORE---

“Chanana, panggil pelayan, pesankan aku Float Moccachino dan Tiramissu yaa, aku harus ke kamar mandi dulu....

“aishh~ kau selalu saja sperti ini. Pelayan!”

“Selamat Datang, mau pesan apa?”

“Float Moccachino 1, Tiramissu 1, dan paket Banana Holic 1 nde? Jangan lupa tambahkan…” kata-kataku terhenti karena.. pelayan itu......


---NEXT---

[Chansung pov.] "Rae Sun? kau..kau..."

"Ahh, kau Chansung kan? nde.. aku bekerja part time disini.."

“Bagaimana Chanana? Kau sudah memesan.... MWO? Rae Sun-a? kau..."

---Keesokan Harinya---

[Nichkhun pov.]

“Eomma, maaf aku tidak bisa sarapan, aku sudah dijemput. Aku berangkat dulu yaaa?”

“Kau sudah membungkusnya untuk kaumakan di sekolah?”

“Nde eomma. Bye bye! *mencium tangan eomma*”

Lagi lagi. Mereka berdua menjemputku sangat pagi sekali. Selalu tidak menghubungiku dulu. Ada apalagi kali ini??

“HYAAA! Sudah ku katakan jangan datang tiba-tiba!”

“tapi hyung, ini sangat penting sekali! Betulkan Junho?”

“Iyepp. Kau tau hyung? Rae Sun! dia bekerja part time di caffe langganan kita!”

“ahh, tidak mungkin.. dia bekerja menggantikan ahjumma penjaga perpustakaan, mana mungkin dia bekerja part time?”

“ahh Jincha hyung! Kami melihatnya dengan mata kami sendiri! Hebat kan hyung? Bagusnya sih, aku jadi mendapat extra pisang yang banyak saat aku memesan paket banana holic.. :3”

“aigoo~ dasar Chanana!!”

Untungnya kami tidak telat. Jadi kami tidak perlu dihukum lagi. Guru bahasa inggris kami adalah orang yang sangat tepat waktu, jadi kami harus datang tepat waktu juga.

---Malam Harinya---

[Junsu pov.]

Malam ini aku malas sekali ikut ajakan Junho dan Chanana untu pergi ke caffee. Aku sedang ada konflik dengan chagiyaku, In Jung. Kepalaku hampir pecah rasanya memikirkan itu. Dia salah paham karena mengira aku dan IU sedang berduaan, padahal kami bertiga dengan Wooyoung juga. Itu sebabnya aku mengajak Taecyon kerumah untuk menemaniku.

TOK TOK TOK

“Junsu-ya, eomma dan appa akan kembali bekerja, kami berangkat ke China malam ini. Mungkin kami akan pulang setelah 2 bulan lagi. Tidak apa kan? Jaga dongsaengmu dengan baik,nde? Ahh, kau juga tak perlu mengajarinya pelajaran lagi, aku sudah memanggil guru privat untuk Jung Ha. Dia mungkin chingu mu, karena dia bersekolah di tempat yang sama dengamu. Arratci? Anyeong…”

Lagi-lagi, mereka suka sekali bekerja? Sehingga meninggalkan Jung Ha denganku? Aish~ aku pergi keruang tengah dan menyetel film kesukaanku, Sponegbob Squarepants. Hehe^^ sbenarnya Taecyon ingin melihat national geographic. Katanya kali ini tentang kucing, namun aku menolaknya.

*TEET TEET TEET*

“hyung, ada tamu! Sepertinya ia guru privatku, palli cepat bukakan pintunya!!”

“Nde.. gidaryo. Taec, awas sampai kau ganti chanelnya!”

Aku bangkit dari sofa empukku, dan membukakan pintu. Siapa dia? Kata Eomma, dia 1 sekolah denganku? Aku membukakannya pintu, lalu… MWO?? Mataku membulat, aku sangat kaget. Yeojaitu juga kaget melihatku. Itu…itu… Rae Sun?”

“Ahh, Rae Sun? silahkan masuk..”

“Nde.. Gomawo…”

“kau, yang… mengajarkan dongsaengku?”

“nde..”

“apa kau bekerja part time dimana-mana?” Tanya Taecyon yang tiba-tiba berada di sebelahku..

“Noona, aku senang kau kemari, palli kajja kita belajar! Aku ingin kau mengartikan cerita bahasa inggris dari buku yang baru dibelikan appaku.^^” kata Jung Ha sambil menarik Rae Sun ke dalam.

Aku dan Taec terdiam di tempat sambil saling memandang. Chanana dan Junho bilang, dia bekerja di caffe langganan kami, Nichkhun bilang, dia bekerja menggantikan Ahjumma di perpustakaan. Dan sekarang, dia menjadi guru privat dongsaengku. Ommo~ apa yang terjadi?

---Ke Esokkan Harinya---

[Han Rae Sun pov.]

Aish~ mereka memalukanku. Hampir setiap hari mereka datang ke caffe tempat aku bekerja, dan mereka selalu menimbulkan keributan.mereka bermain kartu, tertawa terbahak-bahak, dan selalu memanggilku. Ada apa dengan mereka ini? Dan, tumben-tumbennya jam stengah 12 mereka belum pulang?

“Rae Sun, teman-temanmmu sepertinya mabuk, kita sudah hampir tutup. Sebaiknya, kau bantu mereka masuk ke mobil mereka dan antar mereka pulang. arraseo?”

“Nde Songsaengnim..”

Kaaan? Bahkan mereka merepotiku sampai seperti ini.

“Chansung, Junho, Jun.K, Nichkhun, Taecyon, Wooyoung, ayo kembali ke mobil kalian, biar aku setirkan!”

“Ahh~ banana yang cantik.. kau bisa menyetir? Kau memang bananakuu~”

“Hyaaa! Chansung!”

“aku tidak terlalu mabuk, sini aku bantu mengangkat mereka satu-satu” kata Taecyon. Ommo~ orang ini.. O_O

Kami mulai menggeret *eaa, jahat banget* mereka ke mobil. Satu persatu,hingga akhirnya tersisa Khun. Taecyon bilang ia harus mengangkat Khun sendiri kalau tidak terjadi bahaya. Khun mempunyai kebiasaan yang buruk saat dia sedang mabuk. Namun aku kekeh membantu Taecyon.

“Emm.. boleh aku tahu kenapa kalian minum? Apa kalian sangat stress?”

“SHOWCASE sebentar lagi, penyanyi wanita kami kecelakaan, dan kami bingung mencarinya. Padahal kurasa Kim Ye Rim sangat cocok, tapi bagaimana lagi..”

“Ohh, Rae Sun-a,kau cantik sekali.. kau juga imut sekali..” kata Khun tiba-tiba

“Rae Sun, hati-hati!”

“aku memang cantik dari dulu, kau baru tahu?”

Khun lalu melepaskan tubuhnya dari pegangan Taecyon dan aku. Lalu dia memojokkanku di tembok.

“pipimu chubby sekali, apa kau menyimpan bakpAo didalamnya? Ommoo.. Aegyoo~” katanya dengan sesenggukan sambil mencubiti pipiku..

“Taec oppa, aku takut…!”

“Khun Sudahlah janga…”

“Diam Taec, ada yeoja cantik disini.. ehehe~ lihat bibirmu begitu seksi.. *wink*”

“Ommo~ Ommo~ Khun-aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!”


---TO BE CONTINUED---

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkan komentar yaaa :)
--TO BE CONTINUED--

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkam komentar. ^^ Baca Selengkapnya...

FANFICTION 2PM - Don't Worry, We Are Here part 2


.

Tittle : Don’t Worry, We Are Here.

Cast : Member 2pm , Han Rae Sun, IU, Kim Yerim, Myung Soo (L). *other

Genre : Romance, Family

Author : Dea Andini Putri

--BEFORE-- “Ohh, lalu yang dibelakang taecyon dan wooyoung itu siapa?”

"Dia adalah Nichkhun dan Minjun. Nichkhun adalah yang memiliki popularitas paling tinggi disini. Dia adalah orang yang sangaaaaaatt ramah! makanya banyak yang menyukainya!"

“hyaaa! Bagaimana bisa nichkhun? Padahal kan Taecyon lebih kharismatik dan……” HAHH OMMO! Apa yang telah kukatakaan??!!!

“kaan~ tenang saja, aku tidak akan memberitahukan kepada mereka kalau kau menyukai taecyon, tenang saja!” ;)

---NEXT---

[Taecyon Pov.]

Kami semua berkumpul di tempat latihan kami. Wooyoung dan Junsu sangat penasaran bagaimana bisa Nichkhun, Chansung, dan Junho hanya terkena hukuman dari JYP Sunbaenim selama 30 menit. Padahal, biasanya bisa hingga 3 jam mereka dihukum. Aku hanya mendengarkan ocehan mereka sambil membaca novel yang kupinjam ini.

“Itu semua berkat Rae Sun! murid bari itu membuat JYP Sunbaenim merendah dan memberi keringanan hukuman pada kita semua. Dia benar-benar malaikaat~” kata Chansung dengan berbinar-binar.

“wooaaahh, jadi itu murid pindahan dengan beasiswa? Dia benar-benar terlihat seperti kutu buku. Tapi buku yang ia baca bukan komik. Bagaimana bisa dia tahan dengan semua itu? Ini memang gila.” Kata wooyoung

“tapi, Chansung dan kau sangat mengganggunya, kau tau? Dia sangat terlihat tidak nyaman saat kau terus-terusan berbicara!”

“hyaaa taecy Hyung, kau seperti tidak tau kami saja..”

“dan kau Khun, aku tak pernah melihatmu begitu bersalah kepada seorang yeoja sebelumnya seperti tadi…”

“tentu saja aku harus begitu! aku telah menjatuhkan buku-bukuya, dia bahkan berteriak padaku tadi! maka aku harus meminta maaf padanya..”

Aku langsung menutup Novel Eclipse dan langsung pergi menuju kelas. lebih baik aku segera memakan pisangku sekarang sebelum diambil Chansung lagi -__-. lalu aku melihat Rae Sun, dia tidak pergi ke kantin. Hanya membaca buku dengan IU.

“mengapa kau tidak pergi makan dongsaengku yang cereweeet~ kau belum sarapan, nanti kau sakit! *sambil mencubit pipi IU”

“yaaa Taec Oppa! Sakit!! Hentikan!! Aku ingin melihat buku bacaan Rae Sun sebentar!”

“Rae Sun a , maafkan aku, dongsaengku ini harus makan, jadi tolong jangan ganggu dia sebelum dia makan.”

--Ke Esokkan Harinnya—

[IU Pov.]

Rae Sun pasti sangat shock mengetahui kalau Taecyon Oppa adalah Oppaku. Aku harus memberinya penjelasan. Dia pasti sangat bingung. Aku juga ingin bisa menginap dirumah Rae Sun. atau setidaknya Rae Sun yang menginap dirumah. Oppa merayakan ulang tahun Junsu, sehingga diatidak akan pulang kerumah malam ini.

“Rae Sun! mianhae, aku sebenarnya sudah ingin mengatakan padamu, bahwa Taecyonvitu adalah kakak kembaranku..”

“Mworago?? Jinchaa?? Tolong jangan katakana apapun kepada oppamu yaa.. kumohon.. T__T”

“aku tidak akan mengatakannya, kalau kamu…. Mau mengajakku main kerumahmu! Bagaimana?”

“kerumahku? Ahh.. aniyo~ rumahku sangat jelek, kau tidak akan menyukainya IU..”

“Gwaenchana.. mengapa aku harus tidak menyukai rumah chinguku? Sudahlah, yayayaya??”

“Em.. ru..ru..rumahku sedang direnovasi! Kau pasti sangat tidak nyaman jika tinggal disana! Maaf yaa IU.. :(”

*TEEETTTT*

Bel masuk sudah berbunyi. Pelajaran pertama hari ini adalah Fisika. Aishh~ aku sangat membenci pelajaran ini. Tapi Rae Sun, dia terlihat sangaaat bersemangat. Dia memang suka sekali pelajaran ini. Daritadi dia yang menjawab pertanyaan dari JYP Sunbaenim. Tapi, aku tetap curiga, kenapa Rae Sun tidak ingin dikunjungi rumahnya?

--2 Minggu kemudian—

[Nichkhun Pov.]

Aishh~ badanku lelah sekali, seharian ini aku terus berlatih. Semuanya memang sudah pulang duluan. Aku merasa, danceku masih kurang sempurna, makanya aku terus berlatih. Sudah jam 5 sore, Eomma pasti sudah khawatir mencariku. Sebaiknya aku segera pulang. Aku terus berjalan melewati corridor sekolah. Lalu aku teringat, hari ini waktunya mengembalikan novel harry potter yang ku pinjam. Kusempatkan mampir untuk mengembalikan buku.

“Ahjumma, mianhae aku baru sempat mengembalikannya sekarang, berapa dendanya setelah telat tiga……” MWO? Penjaga perpustakaan ini…. Rae Sun?

“Rae Sun? mengapa kau disini? Kau penjaga perpustakaan?”

"Aku membantu Ahjumma penjaga selama 3x dalam seminggu. Ahjumma sedang sakit, jadi dia tidak bisa menjaga sampai sore.”

“kapan kau pulang?”

“mungkin sekitar setengah jam lagi, aku harus membereskan dan mengembalikan buku-buku ini.”

“sini biar ku bantu..”

Bagaimana bisa seorang wanita bekerja malam hari disini? Mengangkat belasan buku yang tebal ini? Aishh~ wanita ini memang berbeda dengan wanita lainnya.

“Gomawo Khun.. sebaiknya kau segera pulang..”

“ayo kau ku antar pulang. Oke?”

“ahh, jangan! Aku bisa naik bus, masih ada waktu 15 menit sebelum bus terakhir pergi, aku pergi dulu yaa..”

Dia langsung berlari pulang menuju arah halte. Wanita itu, bahkan dia tidak mau ku antar pulang? Baru pertama kali ada wanita yang menolak aku antar pulang.

---Malam Berikutnya---

[Chansung Pov.]

“Junho-ya! Aku sudah berada di depan rumahmu, kita jadi nongkrong di caffe biasanya kan?”

“Nde Chanana, gidaryo! Aku akan segera keluar”

*Junho keluar dan masuk mobil*

“Mian, aku masih berdandan tadi, kan siapa tahu bertemu yeoja cantik disana.. tapi, mengapa hanya ada kau Chanana?

“Wooyoung dan Junsu sedang kerja kelompok bersama IU, Taec dan Nichkhun juga sedang berlatih dance untuk SHOWCASE kita 2 bulan lagi, jadi kali ini hanya kita hanya berdua. Okay? KAJJAA!” *sambil menggigit pisang*

*15 menit kemudian*

“Chanana, panggil pelayan, pesankan aku Float Moccachino dan Tiramissu yaa, aku harus ke kamar mandi dulu..”

“aishh~ kau selalu saja seperti ini. Pelayan!”

“Selamat Datang, mau pesan apa?”

“Float Moccachino 1, Tiramissu 1, dan paket Banana Holic 1 nde? Jangan lupa tambahkan…” kata-kataku terhenti karena.. pelayan itu.........


--TO BE CONTINUED--

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkan komentar yaaa :)
Baca Selengkapnya...

FANFICTION 2PM - Don't Worry, We Are Here part 1


.

Tittle : Don’t Worry, We Are Here.

Cast : Member 2pm , Han Rae Sun, IU, Kim Yerim, Myung Soo (L). *other

Genre : Romance, Family

Author : Dea Andini Putri



[Nichkhun Pov.] “Eomma, aku berangkat dulu yaa! Chansung dan Junho sudah menjemputku.”

“Tapi kau belum memakan sarapanmu chagi!”

“Aku sudah membungkusnya untukku makan di sekolah Eomma, aku brangkat dulu, byebye!” *sambil wink ke Eomma*

Aku segera mencium tangan Eommaku dan peregi berangkat sekolah. Pagi itu, Chansung dan Junho menjemputku lebih pagi dari biasanya, itu sebabnya aku tidak sempat memakan sarapanku. Kami memang terbiasa berangkat ke sekolah dengan berjalan kaki. Karena kata pelatih kami, itu baik untuk kesehatan kami. Namun, Aissh~ mereka selalu begitu setiap kali ada berita terbaru di sekolah. Kali ini apa lagi?

“Yaa! Sudah kukatakan jangan tiba-tiba seperti ini! Kau tau sendiri aku tidak suka kalau harus sarapan di sekolah!”

“Mianhae Hyung, tapi kali ini ada berita menarik! Iyaa kan Junho?”

“Iyaap! Benar hyung! Hari ini di kelas kita akan kedatangan murid baru! Dan kau tau apa yang paling menghebohkan? Dia masuk sekolah kita melalui beasiswa hyung!”

“kau tau sendirilah hyung, masuk ke sekolah kita dengan beasiswa itu susah sekali. Dan dia berhasil! Dan yang kudengar lagi, dia yeoja hyung…”

“AHAHAHAAHA! *Chansung dan Junho melakukan high five*

“aishh~ yang membuat kalian heboh itu adalah karena murid baru itu yeoja bukan karena……”

*BRUUUUKK* aku tak sengaja menabrak seseorang, semua buku-buku tebalnya tentang sains telah jatuh ke tanah.

“Ahh~ mianhae, maafkan aku tak melihatmu…” kataku sambil membantu merapihkan buku-bukunya. Lalu saat aku akan mengambil sebuah buku diari berwarna merah..

“ANDWAEE! JANGAN SENTUH BUKU ITU!” teriaknya yang membuatku kaget.

Dia mengambil buku itu dengan kasar, lalu berlari meninggalkan kami bertiga yang sedang bingung. Aku sepertinya tidak pernah melihatnya, tapi jas sekolah yang dikenakannya adalah jas sekolah kami, “Seoul High School”. Aku malah jadi terdiam memikirkannya. Apa dia murid baru yang dikatakan Chansung dan Junho?

“Yaaa hyung! Jangan kau melamunkannya sekarang! 5 menit lagi kita terlambat!” teriak chansung dan Junho.

Kita bertiga langsung lari ngibrit secepat mungkin. Hari ini adalah hari Kamis, penajaga tatib hari ini Par Jin Young Sunbaenim atau biasa di sebut JYP Sunbaenim. Dia adalah penjaga tatib paling menyeramkan! Ommo~ bisa gawat kalau kita telat! Kita sudah di depan gerbang setelah 4 menit berlari, dan saat kami akan masuk… *BRAAK* gerbang sudah ditutup. JYP Sunbaenim sudah di depan pintu gerbang. Aishh~ lagi-lagi kita telat. Aku hanya bisa terdiam. JYP Sunbaenim menyuruh semua murid yang terlambat masuk. Hukuman apa kali ini? Semoga saja bukan hukuman yang berat. Aku menarik nafasku dalam, dan…. Ehh? Itu, itu yeoja yang tadi ku tabrak! Dia juga telat?

“hmm.. jadi kau murid baru itu? Yang bisa masuk dengan bantuan beasiswa? Bagaimana mana bisa murid beasiswa yang baru masuk 1 hari telat haaahh???” bentak JYP Sunbaenim kepada yeoja itu.

“mi..mi…mianhae Sunbaenim… aku telat karena.. aku harus mengambil berkas ini di kantor pos. berkas-berkas tentang kepindahanku kesini..” katanya sambil menyodorkan sebuah map coklat.

“hmm… kau masuk kelas 2 – A? tapi bagaimanapun, kau tetap terlambat! Karena disini ada murid pindahan baru, aku akan memberi hukuman yang tidak berat. Lakukan senam JYP selama 30 menit saja! ARRATCI?”

“Nde Sunbaenim” jawab semua murid serentak.

Aish~ senam JYP? Selama 30 menit? Itu adalah hal paling membosankan yang selalu kuhindari 2 tahun ini, dan akhirnya, aku harus melakukannya! Kurasa lebih baik lari 40x lapangan daripada mengikuti senam ini. Kami semua pun akhirnya melakukan senam itu dengan di pimpin JYP Sunbaenim. Dia selalu semangat sekali saat melakukan senam aneh ini =,=”. 30 menit berlalu, kami akhirnya diperbolehkan masuk ke kelas.

“heii kau murid baru! Kau sekelas dengan kami! Kemarilah pergi ke kelas bersama kami!” teriak Chansung yang lantas membawakan buku-buku tebalnya. “waw, sepertinya tasmu berat sekali, sini kubawakan^^” kata Junho yang tidak mau kalah.

“Aniyo, tidak perlu, aku sudah biasa membawanya sendiri..” jawabnya dengan sedikit malu.

“mi…mianhae, karena ku tabrak tadi, kau jadi ikut terlambat..” kataku

Dia hanya melihat padaku, tersenyum kecil lalu masuk menuju kelas. Huft~ untung saja Guru Kimia kami belum masuk. Lalu semua mata tertuju pada yeoja itu. Mereka semua seperti penasaran. Dengan yeoja itu, dan tentu saja aku.

“Silahkan duduk disini, dekat denganku dan Junho. jadi jika kau membutuhkan sesuatu, katakan padaku, arraseo? ^_^” “Ne..”

“Namaku Chansung, dia Junho, dan yang menabrakmu tadi adalah Nichkhun..”

[Han Rae Sun Pov.]

YAAA! Kenapa kedua pria ini cerewet sekali! Mereka terus saja berbicara. Aku tidak menyukainya! Sepertinya akan berat sekolah disini. Apalagi satu kelas dengan pria ini.

“Sudahlah Chansung, kau tak melihatnya? Dia terganggu dengan kecerewetanmu!” kata seorang namja yang awalnya duduk di bangku paling depan. Ommo~ dia karismatik sekali.. *_* Aku hanya menganga, tersepona oleh karismatiknya. Dia benar-benar namja yang gentle! Ommo~

“Aku Taecyon Immida. Maafkan bila 2 namja aneh ini selalu menggangumu..”

“Nde.. Gwaenchana…” terus menatap matanya.

Tak lama kemudian, guru Kimia kami datang, ia melihatku dan mengetahui bahwa aku adalah murid baru disini. Jadi, ia ingin aku mengenalkan diri. Aku menenalkan diriku, dan sambutannya cukup baik.

“naah anak-anak.. kalian harus berteman baik dengannya. Oke? silahkan duduk disana…” Aku kembali duduk didepan 2 namja aneh itu. Aishh~

“Aku IU. Senang berkenalan denganmu, Rae Sun.. :)” kata yeoja yang sangat manis ini.

Saat istirahat tiba, 6 namja yang 3 diantaranya telat denganku langsung pergi meninggalkan kelas. Ahh, itu Taecyon.. tampan sekali diaa….. tanpa sadar, aku tidak menyadari bahwa IU mengetahui bahwa aku sedang memandangi taecyon.

“ahh, jadi pilihanmu Taecyon?”

“Ahh, ani~ aku..aku..aku hanya….”

“sudahlah, wajar saja jika kau menyukai 1 diantara 6 namja itu. Mereka adalah Idol di sekolah ini. Mereka membuat boyband bernama 2pm. Aku sangat menyukai Wooyoung, yang duduk disebelah Taecyon tadi..”

“Ohh, lalu yang dibelakang taecyon dan wooyoung itu siapa?”

"Dia adalah Nichkhun dan Minjun. Nichkhun adalah yang memiliki popularitas paling tinggi disini. Dia adalah orang yang sangaaaaaatt ramah! makanya banyak yang menyukainya!"

“hyaaa! Bagaimana bisa nichkhun? Padahal kan Taecyon lebih kharismatik dan……” HAHH OMMO! Apa yang telah kukatakaan??!!!

“kaan~ tenang saja, aku tidak akan memberitahukan kepada mereka kalau kau menyukai taecyon, tenang saja!” ;)

--TO BE CONTINUED--

mianhae kalo banyak salah grammar ato ceritanya ruwet. ini pengalaman pertama kalinya soalnya, hehe. ^^
yang baca tolong tinggalkam komentar. ^^
Baca Selengkapnya...